Selasa, 04 Januari 2011

JURNAL CSR




 Kajian Efektivitas Program Corporate Social Responsibility (CSR)

Yayasan Unilever Indonesia



Abdul Kohar Irwanto1, Angga Prabowo1



1Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor





ABSTRACT



Since the year of 2000 until 2007, PT Unilever Indonesia Tbk has put in place the CSR

program into the working agenda of the company from the corporate structure through the whole

related business part. The company has been emphasizing the effort to achieve the better prosper of

public quality of life. The main objective of the research is to understand the effectiveness of the

CSR program of Unilever Indonesia Foundation as part of the CSR program definition which so far

has been conducted and in order to compare the CSR program among other similar companies. The

information and data that has been collected within this research are covering both the primary and

secondary data based on the date of August 2008 to October 2008. The method of the analysis are

using the descriptive analysis and Rank Spearman correlation analysis. Based on the research, to

conclude, there are three CSR program operated by the Unilever Indonesia Foundation which

include environmental program, recycling, and education. Based on the regression analysis, the

results show the factors affecting the environmental program that are including organizational issue

and priority of needs. As for the recycle program, the factors that affect the effectiveness of the CSR

program are the party who receive the support and organizational issue. Additionally, the education

program is mainly driven by the priority of needs.



Keywords: Effectiveness, Corporate Social Responsibility, Environmental Preservation.



 seperti memberi kesempatan  beribadah sesuai

PENDAHULUAN

keyakinan,  kesempatan belajar bagi



perkembangan karyawan, tidak membedakan

Latar Belakang

karyawan laki-laki maupun perempuan, dan

Saat ini dunia usaha tidak lagi hanya

menjunjung tinggi kesetaraan.

memerhatikan catatan keuangan perusahaan

Untuk setiap program CSR yang akan

semata (single bottom line), melainkan juga

dilaksanakan oleh perusahaan, terdapat

aspek sosial dan lingkungan yang biasa disebut

beberapa hal yang  terlebih dahulu disepakati:

triple bottom line. Sinergis dari tiga elemen ini

(a) siapa kelompok penerima, (b) apa indikator

merupakan kunci dari konsep pembangunan

keberhasilannya, dan (c) bagaimana

berkelanjutan (sustainable development)

tindaklanjutnya. Program CSR harus efisien,

(Wibisono, 2007).

efektif, bermutu, dan bisa diandalkan sehingga

Seiring dengan itu, berbagai kalangan

harus dilakukan secara ekonomis dan rasional

swasta, pemerintah, organisasi masyarakat, dan

untuk dapat meningkatkan laba perusahaan.

dunia pendidikan berupaya merumuskan dan

Agar dapat dilakukan secara efektif dan

mempromosikan tanggung jawab sosial sektor

efisien, program CSR membutuhkan suatu alat

usaha dalam hubungannya dengan masyarakat

atau teknik yang digunakan dalam perencanaan

dan lingkungan.

dan pengendalian fungsi-fungsi CSR tersebut.

PT Unilever Indonesia Tbk, misalnya

Selama ini dalam pelaksanaan program

mengistilahkan hal tersebut dengan people and

CSR pada PT Unilever Indonesia Tbk  sangat

brand. Dua hal ini dianggap sebagai aset utama

menyadari pentingnya memberi dan berbagi,

perusahaan, yaitu orang menjadi unsur yang

bukan semata untuk meningkatkan reputasi,

sangat penting. Jika pabrik rusak mungkin kita

tetapi membantu perusahaan terus tumbuh dan

bisa membangun lagi, tetapi kalau orang yang

berkembang.

rusak apa yang bisa kita lakukan. Unsur people

Bagi perusahaan tanggung jawab sosial

yang dimaksud dalam sebuah perusahaan

perusahaan tidak terpisahkan dari bisnis. Hal

adalah karyawan. Untuk itu PT Unilever

ini yang mendorong perlu adanya suatu kajian

Indonesia Tbk benar-benar berusaha

evaluasi bagaimana manfaat program CSR

memperlakukan setiap karyawan secara adil,

 99





 

yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia

 untuk program CSR rata-rata setiap perusahaan

Tbk  bagi masyarakat luas dan bagi perusahaan

itu adalah sebesar 2% dari keuntungan bersih

itu sendiri.

perusahaan. 

Selama tahun 2000 sampai tahun 2007

Makin tinggi tingkat keuntungan bersih

PT  Unilever Indonesia melakukan

sebuah perusahaan maka makin tinggi pula

perencanaan terhadap program CSR ke dalam

dana yang dikeluarkan perusahaan untuk

rencana kerja (RK) perusahaan baik secara

program CSR. Secara lebih jelas, kerangka

korporasi maupun pada masing-masing bagian

pemikiran penelitian dapat dilihat pada

yang terkait. Perusahaan berusaha untuk

Gambar 1.

memberikan kontribusi dalam pencapaian



  Unilever

kualitas hidup yang lebih baik. Misi

 

perusahaan adalah menggali dan

 

memberdayakan potensi masyarakat,



memberikan nilai tambah bagi masyarakat,



Program CSR  Sasaran masyarakat

memadukan kekuatan para mitra, dan menjadi

Profit Program



katalisator bagi pembentukan kemitraan. 

CSR



Dalam meningkatkan reputasi, perusahaan



menekankan pentingnya kesinambungan dalam

 Analisis :



pelestarian lingkungan, kehidupan sosial,

 Perbandingan

-Korelasi : Ukuran yang menggambarkan

maupun pertumbuhan usaha.



Analisis

hubungan linier antara dua peubah ( X dan

Deskriptif





Y )

-Regresi : Salah satu metode untuk

Tujuan



menentukan tingkat pengaruh suatu

1.  Menganalisis tujuan dan sasaran CSR



variable

Yayasan Unilever Indonesia yang paling

-Analisis  Varian : uji model regresi secara



menonjol.

simultan



2.  Menganalisis efektivitas program CSR



Yayasan Unilever Indonesia.

Hasil Hasil



3.  Menganalisis profit untuk program CSR.







METODOLOGI PENELITIAN

Gambaran Umum Hasil Keseluruhan







Kerangka Pemikiran

Saran

PT Unilever Indonesia Tbk merupakan



salah satu perusahaan di Indonesia yang



memunyai program CSR sebagai bagian dari

 Gambar 1.  Kerangka Pemikiran Konseptual 

strategi bisnisnya. Dalam setiap kegiatan CSR

          Penelitian



perusahaan harus memerhatikan faktor-faktor

Penentuan Lokasi Penelitian

yang memengaruhi efektivitas program CSR.

Penelitian ini dilakukan pada bulan

Program CSR pada PT Unilever Indonesia Tbk

Agustus - November 2008 bertempat di PT

dijalankan oleh bagian Yayasan Unilever

Unilever Indonesia Tbk yang terdapat di kota

Indonesia yang masing-masing bagian

Jakarta.

memiliki beberapa program khusus.



Selama pelaksanaan kegiatan CSR pada

Jenis dan Sumber Data 

PT Unilever Indonesia Tbk terdapat program-

Jenis data yang digunakan dalam

program CSR yang paling menonjol. Penelitian

penelitian ini adalah data primer dan data

ini digunakan untuk mengetahui seberapa

sekunder. Data primer diperoleh melalui hasil

efektif program CSR dalam batas pengendalian

pengamatan dan wawancara dengan pihak

yang masih bisa ditoleransi perusahaan,

perusahaan atau pihak-pihak lainnya yang

sehingga dapat diketahui faktor-faktor

berhubungan dengan masalah perusahaan (key

terjadinya penyimpangan program CSR

informants), hasil pencatatan lapangan, dan

dengan realisasi. 

kuesioner.

Efektivitas perencanaan dan

Pengambilan sampel dilakukan dengan

pengendalian suatu kegiatan sangat

teknik  purpose sampling, di mana

dipengaruhi oleh adanya data-data program

pertimbangan terhadap responden yang diteliti

CSR dan data-data nonprogram CSR yang

adalah karyawan PT Unilever Indonesia Tbk

memungkinkan manjemen memperoleh

dan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari

informasi dan sebagai bahan analisis guna

pengumpulan data program CSR dan berbagai

pengambilan keputusan selanjutnya dan

sumber kepustakaan yang berhubungan dengan

menjadi ukuran untuk melihat sejauh mana

penelitian ini.

kinerja perusahaan. Biaya yang digunakan

 100





 

 responden yang dipilih tidak perlu terlalu

Metode Pengumpulan Data

Data mengenai efektivitas program

besar. Jumlah pertanyaan yang diuji dalam uji

CSR perusahaan diperoleh melalui:

reliabilitas ini terdiri dari 43 pertanyaan.

1.  Pengisian kuesioner, dilakukan dengan

Adapun metode yang digunakan untuk

membagikan pertanyaan mengenai bidang

mengukur koefisien kekonsistenan internal

yang diteliti kepada para responden

adalah dengan menggunakan Cronbach Alpha

masyarakat Pasar Minggu Jakarta.

(a). 

2.  Wawancara, dilakukan dengan pihak

 Rumus Cronbach Alpha adalah:

manajemen Yayasan Unilever, khususnya





 

s





 k





 2

pada bidang CSR, untuk memperoleh

 -

1

r = 





 ............................ (2)



 b

 -

k

1





 s

1

gambaran dan kejelasan mengenai masalah

1 t





 2

yang sedang diteliti.

Di mana:

3.  Observasi, yaitu peneliti melakukan

r   =  keandalan instrumen

pengamatan langsung di PT Unilever Tbk

1

1

dan daerah Pasar Minggu, Jakarta.

k   =  jumlah butir pertanyaan

4.  Studi kepustakaan, dengan cara mencari

s   =  jumlah ragam butir

  b

literatur, penelusuran data kepustakaan,

2

s   =  ragam total

buku, surat kabar, dan internet.

  2



t



Pengolahan dan Analisis Data

2.  Analisis Deskriptif

Data yang dikumpulkan diuji dengan

Statistika deskriptif berusaha

dua macam uji, yaitu uji validitas dan uji

menjelaskan atau menggambarkan berbagai

reliabilitas. Kemudian dilakukan analisis

karakteristik data seperti rata-rata, median,

deskriptif terhadap data. Selanjutnya, untuk

maupun variasi data. Kegiatan statistika

menguji hubungan sebab-akibat digunakan

deskriptif antara lain menyajikan data dalam

metode regresi linier berganda, sementara

bentuk tabel dan grafik. Sebuah tabel berguna

analisis varian dilakukan sebagai uji model

untuk mengetahui hubungan antara beberapa

regresi secara simultan. Untuk mengetahui

variabel.

pengaruh peubah independen (X) terhadap Y



digunakan uji t.

3.  Regresi Linier Berganda



Regresi dalam statistika adalah salah

1.  Uji Validitas dan Reliabilitas

satu metode untuk menentukan tingkat

Sebelum kuesioner disebarkan, terlebih

pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang

dahulu dilakukan suatu pengujian kuesioner

lain. Variabel yang pertama disebut dengan

yaitu uji validitas dan reliabilitas. Menurut

bermacam-macam istilah: variabel penjelas,

Singarimbun dan Effendi (1995), uji validitas

variabel eksplanatorik, variabel independen,

menunjukkan sejauh mana alat mengukur apa

atau secara bebas  variabel X  (karena sering

yang ingin diukur. Uji validitas digunakan

kali digambarkan dalam grafik sebagai absis,

untuk mengetahui tingkat valid suatu butir

atau sumbu X). Variabel yang kedua adalah

pertanyaan dalam kuesioner. Perhitungan nilai

variabel yang dipengaruhi, variabel dependen,

korelasi antara data pada masing-masing

variabel terikat, atau variabel Y. Kedua

pertanyaan dan skor total dengan memakai

variabel ini dapat merupakan variabel acak

rumus teknik korelasi Product Moment sebagai

(random), namun variabel yang dipengaruhi

berikut:

harus selalu variabel acak.

  

Regresi berganda sering kali digunakan

 -

 )

)(

(

 Y

X

XY

n

r =      

untuk mengatasi permasalahan analisis regresi

  ....... (1)

2 Y

-

-

 )]

(

)][

(

[

 2

2

2

Y

n

X

X

n

yang melibatkan hubungan dari dua atau lebih

variabel bebas. Modelnya adalah sebagai

Di mana:

berikut:

X =  skor masing-masing pertanyaan

Y = ß0 +  ß1 X1+ ß2X2 + ß3 X3  +   e …...........(3)

Y =  skor total

Di mana:

N =  jumlah responden

Y  = peubah tak bebas yang dipengaruhi    

r  =  angka korelasi

     oleh peubah bebas

Setelah dilakukan uji validitas, maka

X  = peubah bebas yang memengaruhi 

langkah selanjutnya adalah uji reliabilitas. Uji

     peubah tak bebas

keterandalan kuesioner dilakukan dengan

e     = galat

pendekatan internal yaitu pengambilan data



dilakukan sekali pada responden yang

4.  Analisis Varian (Uji Simultan/Uji-F)

karakteristiknya mirip dengan karakteristik

Analisis varian dilakukan sebagai uji

responden yang akan diteliti dan jumlah

model regresi secara simultan. Analisis ini

 101





 

untuk menguji apakah model regresi yang

dibangun berpengaruh signifikan pada taraf

Jenis Kelamin

nyata 5% terhadap pendidikan. Prosedur ini

menggunakan hipotesis:

peremp

 33%

Ho: ß0 = ß1 = ß2  =......= ßn  =0   

uan

H1: Model regresi berpengaruh signifikan

Tolak Ho jika nilai p lebih kecil dari

laki-laki

alpha/taraf nyata atau F hitung > F tabel.

67%



5. Uji t/Uji Parsial

Uji ini untuk mengetahui peubah

Gambar 2. Jenis Kelamin



independen (X) yang berpengaruh nyata

2.  Usia

terhadap Y. Hipotesisnya adalah:

Berdasarkan hasil penyebaran

H0  :   ß i  = 0

kuesioner, persentase terbesar usia responden

H1  :   ß i   0

berada pada rentang usia  20 – 30 tahun

Jika T hitung > T tabel atau nilai p < a  artinya

sebesar 45%, dan persentase terkecil berada

peubah X berpengaruh nyata terhadap Y.

pada usia < 20 tahun sebesar 14% dari total



responden.

HASIL DAN PEMBAHASAN





Gambaran Umum Perusahaan

 Usia

PT Unilever Indonesia Tbk didirikan

 45%

pada tahun 5 Desember 1993 dengan nama

 14%

 20-30 

Lever’s Zeepfabrieken N.V. Berawal tahun

tahun

1933 dengan pabrik sabun kecil Batavia,

16%

30-40 

perusahaan telah tumbuh selama lebih dari 75

tahun

tahun bersama bangsa Indonesia. Kini,

>40 tahu n

perusahaan menghasilkan 100 produk di pabrik

Cikarang dan Rangkut, mulai dari sampo dan

25%

teh,  sampai sabun cuci dan margarin. Produk

Unilever dapat ditemukan di seluruh nusantara,

Gambar 3. Usia



di berbagai outlet, mulai dari warung hingga

3.  Tingkat Pendidikan

jaringan supermarket besar. Karena itu,

Pada Gambar 4, pendidikan terakhir

dampak operasi perusahaan terasa di seluruh

responden Program CSR Yayasan Unilever

nusantara.

sebagian besar adalah SMU dengan jumlah



49%, SMP 31%, SD 18%, dan mahasiswa 2%.

Deskriptif Demografi Responden



Penyebaran kuesioner pada penelitian

ini dilakukan terhadap 50 masyarakat Pasar

 SMU

Tingkat 

Minggu Jakarta yang telah ditetapkan

berdasarkan (a) jenis kelamin, (b) usia, (c)

SMP

Pendidikan

 2%

tingkat pendidikan, dan (d) pendapatan per

 49%

bulan.

SD

18%



Mahasisw

1.  Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan

31%

a

jenis kelamin dijelaskan dalam gambar 2.

Gambar 4. Tingkat Pendidikan

Sebanyak 67% responden dalam penelitian ini



berjenis kelamin laki-laki dan 33% kelamin

4.  Pendapatan per Bulan

berjenis perempuan.

Proporsi terbesar responden untuk



pendapatan per bulan adalah kurang dari 

Rp1.000.000, yakni 96%. Sedangkan

persentase terkecil yaitu 4% adalah yang

memiliki pendapatan per bulan lebih dari

Rp1.000.000.

 102





 

 Kondisi jalan masuk ke pemukiman

adalah gang-gang yang ukurannya hanya bisa

Pendapatan Per 

dilalui 2 (dua) sepeda motor. Apabila

Bulan

berpapasan dua gerobak, maka salah satu harus

4%

ada yang mengalah. Itu dulu sebelum

dipinggiran gang-gang tersebut dibariskan pot-

 <= 1 juta

pot yang berisi kembang. Sekarang setelah

banyak sekali pot-pot mengisi pinggiran gang-

 96%

> 1 jut a

gang tersebut, maka dapat dibayangkan jalan

masuk ke tempat tinggal mereka akan semakin

sulit. 

 Tapi, karena perubahan sikap mereka

Gambar 5. Pendapatan per Bulan

ke arah yang lebih baik, hal tersebut tidak



menjadi masalah. Selain itu, jika dilihat saat ini

Kegiatan CSR Yayasan Unilever Indonesia

mereka memiliki kesadaran untuk

1.  Program Lingkungan

memarkirkan sepeda mereka di ujung gang.

Pada awalnya perusahaan

Padahal dulu sebelum ada program ini, sepeda

mengidentifikasi wilayah-wilayah yang

motor parkir di depan rumah mereka masing-

mungkin dijadikan sasaran pelaksanaan

masing. 

Program JGC ini yang tentunya di sana belum 

Belum lagi dengan seringnya

ditemukan lingkungan yang hijau dan juga

kunjungan-kunjungan dari luar, sikap

aspek lainnya seperti belum ada pembuatan

masyarakat sangat dapat menerima para tamu.

kompos. Dari identifikasi seluruh wilayah DKI

Bahkan ada yang dari luar negeri, seperti

Jakarta salah satunya yang ada di Jakarta

Jepang dan Singapura, yang sengaja datang

Selatan. Dari hasil identifikasi tersebut, setiap

untuk melihat hasil kerja keras mereka dalam

RW diminta mengirimkan 2 (dua) orang

menata lingkungan. Sungguh suatu perubahan

fasilitator untuk diberikan pelatihan dan

yang sangat luar biasa.

pembinaan terlebih dahulu. Kemudian,



keseluruhan fasilitator se-DKI Jakarta yang

2.  Program Daur Ulang

telah mendaftar diundang oleh perusahaan

Di dalam program JGC, selain program

untuk mengikuti pelatihan dan pembinaan.

lingkungan, PT Unilever Indonesia Tbk juga

Pelatihan dan pembinaan fasilitator ini

mengajarkan kepada masyarakat Pasar Minggu

dilakukan selama 3 (tiga) hari penuh.

agar bisa menjadi seorang entrepreuner, yaitu

Materi yang diberikan mencakup

mengajarkan kepada masyarakat cara

pentingnya pelestarian lingkungan, bagaimana

mengolah limbah dengan baik dan bisa

memberikan pendampingan/memotivasi

berguna bagi masyarakat. Perusahaan

masyarakat, serta brainstorming di antara para

bermaksud agar masyarakat bisa menjadi

peserta dan pelaksana.  Juga banyak dilakukan

warga yang mandiri, tidak bergantung kepada

diskusi-diskusi dan simulasi. Seluruh pelatihan

perusahaan, dan agar bisa terus menjalin

ini dilaksanakan gratis kepada para peserta. Di

hubungan dengan masyarakat. Pengertian

samping fasilitator, perusahaan juga

program daur ulang tersebut adalah program di

mengarahkan agar setiap RT membentuk

mana mendaur ulang bahan-bahan yang sudah

beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa

tidak bisa terpakai menjadi barang berguna

kepala keluarga yang masing-masing

bagi masyarakat.

kelompok memiliki satu orang ketua kelompok



yang disebut sebagai Kader Lingkungan.

1.  Program Pendidikan

Sebelum melaksanakan tugasnya sebagai

PT Unilever Indonesia Tbk memunyai

Kader Lingkungan, mereka yang telah terdaftar

fasilitator dengan tugas ,mengunjungi sekolah-
terlebih dahulu  juga diberikan pelatihan

sekolah yang ada di Jalan Mesjid Al-Fallah

selama 1 (satu) hari di tempat yang sama.

Pejaten Indah 2 Pasar Minggu. Kemudian

Pelatihan yang diberikan kepada Kader

anak-anak diberi pengarahan dan pengetahuan.

Lingkungan ini lebih menitikberatkan tentang

Perlombaan-perlombaan pun diadakan, seperti

sharing atau berbagi pengalaman dari berbagai

lomba cerdas cermat, menggambar, puisi, dan

pihak yang terlibat.

lain-lain. Program ini bertujuan agar anak-anak

Sikap para anggota masyarakat

lebih kreatif, semangat dalam belajar,

terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan

meningkatkan sosialisasi dengan teman-teman,

kelestarian lingkungan berubah bila

dan membuat anak-anak terhibur.

dibandingkan dengan sebelum program ini



dilaksanakan. Seluruh anggota masyarakat



memahami betapa lingkungan sangat perlu

untuk ditata dengan baik. 

 103



Tidak ada komentar:

Posting Komentar